TAHUN 2012, JUMAH  ANGKA KEMATIAN IBU MELAHIRKAN TURUN

Oleh Admin | 27-02-13 01:34:13


 
 Sekdaprov Jatim Dr. H. Rasiyo Menjabat Tangan Para Peserta Rakor di Hotel Garden Palace Surabaya. Selasa (26/2)
            
Jumlah  Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan  di Jawa Timur dari tahun ke tahun terus menurun. Tahun 2009, jumlah AKI  108/100.000 kelahiran hidup, tahun 2010 108/100.000. kelahiran hidup dan tahun 2011 104,4/100.000 kelahiran hidup. Sedang untuk tahun 2012, angka kematian Ibu melahirkan turun menjadi 97,4/100.000 kelahiran hidup.
 
           Pernyataan tersebut disampaikan Sekdaprov. Jatim Dr. H. Rasiyo, MSi saat memberikan pengarahan pada acara Rapat Koordinasi BKKBN Kab/Kota se Jawa Timur di Garden Palace Hotel, selasa (26/2).

            Menurut Rasiyo, penurunan ini sesuai dengan rencana program pembangunan Jawa Timur tahun 2013 yang difokuskan pada penekanan laju pertumbuhan penduduk. Untuk itu, guna mendukung rencana program tersebut diatas, maka  jumlah Angka  Kematian Ibu ( AKI) melahirkan dan jumlah Angka Kematian Anak (AKA) di Jatim harus ditekan dan diturunkan  sesuai dengan komitmen pencapaian target Develompment Goals (MDGs). Yakni tahun 2015 antara lain menurunkan AKI dari  menjadi 102/100.000 kelahiran hidup, Laju pertumbuhan penduduk (LPP) menjadi 1,1 % per tahun dan Total Fertility Rate (TFR) menjadi 2,1 dan Unmet need harus ditekan menjadi 5 %.

Rasiyo mengatakan, padahal tahun 2012  AKI di Jatim  telah turun  yaitu dari 104,4/100.000 kelahiran hidup (2011) turun menjadi 97,4/100.000 kelahiran hidup. Berarti Jatim telah mendahului dari komitmen pencapaian target MDGs yakni tahun 2015 yang hanya 102/100.000 kelahiran hidup. `` Semua ini, bisa dicapai dan berhasil, karena buah  hasil kerja keras dari SKPD dan lintas sektor teman- teman yang berada di Kabupaten/ Kota. Karena  keberadaan mereka itu berhubungan atau bersentuhan langsung dengan masyarakat yang ada di pedesaan atau di perkotaan. Sebab, yang terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi dan pengertian tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan oleh ibu hamil hingga menjelang dan paskah melahirkan adalah petugas PLPP. Begitu juga dengan memberikan pengertian tentang  langkah  apa yang harus diambil bila mereka ibu hamil tersebut mendapatkan suatu  masalah dengan kehamilan atau akan melahirkan,`` jelasnya.

 

SekdaProv Jatim Dr.H. Rasiyo membuka Rakor didampingi Deputi Bidang KB dan KR BKKBN Pusat Ketua PERSI Jatim.


Sebab, tambahnya, sebaik apapun program atau rencana pembangunan yang dibuat oleh pemprov. Jatim, tetapi kalau  tidak ada kesinambungan dengan program atau rencana kerja pembangunan  yang ada di Kab/ Kota, maka program itu akan sia- sia dan tidak bermanfaat. Mengapa kok bisa begitu, karena kabupaten dan kota itu yang mempunyai masyarakat dan penduduk.Untuk itu, apapun yang dibuat atau  direncanakan oleh  pemprov. Jatim harus mendapat dukungan dan support dari Kab/ Kota karena semua  program pembangunan yang dibuat oleh pemprov jatim pelaksanaan dan keberhasilannya  tergantung pada Kab/ Kota.

Sedang untuk Angka  Kematian Bayi (AKB) di Jatim tahun 2012 juga turun menjadi 25,85/100.000 dari 28/100.000  kelahiran hidup. Oleh karena itu, kata Sekdaprov. Jatim, berdasarkan  dari data tersebut diatas maka perlu dilakukan suatu terobosan dan inovasi baru dalam rangka percepatan pencapaian MDGs 2015 dan sekaligus sebagai upaya percepatan Revitalisasi program Kependudukan dan KB khususnya untuk peningkatan kesertaan KB Pasca persalinan dan Pasca keguguran.

Sebelum mengakhiri sambutannya Rasiyo menambahkan, untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan, pemerintah telah memberikan bantuan untuk ibu melahirkan yang disebut dengan program Jampersal. Jampersal ini diberikan pada semua ibu- ibu yang mau melahirkan yang ada di Jatim, tidak pandang bulu yang penting mereka mau di melahirkan di Rumah Sakit kelas III tetapi yang paling pas adalah melahirkan di Bidan.

Jampersal se Jatim dalam se tahun sebanyak 600 orang dengan besaran dana Rp 550.000,- per orang. Dana sebesar ini, dipergunakan mulai pemeriksaan awal kehamilan sampai dengan melahirkan dan paskah melahirkan, yang paling penting adalah bila pemeriksaan awal di Bidan A, maka seterusnya harus periksa dan persalinannya juga dilakukan di Bidan A. Tujuannya, agar si bidan bisa mengikuti perkembangan kesehatan janin dan ibu calon janin hingga melahirkan dan paskah melahirkan.
``Hal ini sangat penting diperhatikan dan harus dilakukan oleh semua calon ibu  yang akan mempunyai bayi, sebab untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi  hanya dengan cara seperti ini,`` tegas Rasiyo.

Ditempat yang sama Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional prov. Jatim, Djuwartini, SKM, MM, mengatakan, saat ini  data persalinan yang ada di Jawa Timur  Tahun 2012  sebanyak  200 ribu lebih ibu- ibu yang telah melakukan persalinan. Dari data tersebut, tidak semua ibu langsung mau ikut masuk program KB, melainkan hanya sekitar 39,8 % saja yangmau  masuk dan ikut KB. Program KB yang hanya Sebesar  39,8 persen tersebut terbagi menjadi beberapa macam yakni KB Suntik 54 persen, Pil 5,67 persen, IUD 13 persen dan program KB Intan serta Stiril atau lainhnya.

Untuk itu, dengan diselenggarakan Rakor sehari yang diikuti 340 peserta se Jatim ini diharapkan percepatan pencapaian target MDGs melalui program KB dan KR bisa tercapai. Yakni dengan meningkatkan pelayanan KB Pasca persalinan dan pasca kegguguran di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan KB sekaligus bisa menurunkan AKI dan AKB di Jatim.(Humas Pemprov. Jatim/ Dilla, Dikky).
 
 

AGENDA STATEMENT
  • 16/4/2014 09.00
    Terima Dubes Belarusia di Grahadi

  • 16/4/2014 09.00
    Maulidurosul dan Haul di PP Bustanul Ulum Tanjung Prigel Glagah Lamongan
  • 16/4/2014 11.00
    Menerima DPD RI di RK Kertanegara
  • 16/4/2014 12.00
    Menerima tamu UMKM Jawa Pos di RK

Lanjut

  • 16/4/2014 08.00
    Rapat evaluasi kinerja P2T di Inna Hotel
  • 16/4/2014 16.00
    Peresmian gedung KPID Jatim di Ngagel Timur 52 Surabaya

Lanjut

KAB/KO SEJATIM

Top News Rangking

Rank Kab/Ko: