disini
Beranda » Berita » SEKDAPROV DORONG TUMBUHNYA MODEL PELAYANAN INOVATIF

Fokus Jatim

Sekdaprov Dorong Tumbuhnya Model Pelayanan Inovatif

Sekdaprov Dorong Tumbuhnya Model Pelayanan Inovatif

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur dampingi Deputi bidang Pelayan Publik Kementrian PAN RB di acara sosialisasi kompetisipelayanan publik 2018 (2)

 

Masyarakat mengharap kualitas pelayanan publik terus meningkat. Untuk itu harus dilakukan upaya percepatan peningkatan kualitasnya dengan mendorong tumbuhnya model-model pelayanan yang inovatif, yang dapat menginspirasi, dan dapat dicontoh/ ditiru  melalui transfer pengetahuan dan pengalaman.

Hal itu ditegaskan Sekda Prov Jatim Dr H Akhmad Sukardi, MM didepan Kepala Biro Organisasi Provinsi dan Kab Kota wilayah Lampung, Kalimantan, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, pada Rapat Sosialisasi Terpadu Kebijakan di bidang pelayanan publik di ruang rapat Graha Wicaksana Praja Kantor Gubernur Jatim Jl Pahlawan no 110 Surabaya, Kamis (22/2)

Menurut Sukardi, peningkatan pelayanan publik merupakan muara/ outcome dari pelaksanaan reformasi birokrasi. Pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan pelayanan publik yang baik dan profesional

Sebenarnya pemerintah telah banyak melakukan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Tujuannya agar pelayanan dapat dinikmati lebih merata dan adil, lebih cepat dan lebih baik. dan yang lebih penting lebih sederhana, lebih murah dan lebih terjamin penyediannya. Terutama bagi masyarakat yang tidak mampu, marginal dan rentan.

Tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan pemerintah selalu terus berkembang. Mengingat, kualitas pelayanan adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang sesuai dengan harapan masyarakat.

Sehingga, penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh aparatur pemerintah saat ini dirasakan masih belum memenuhi harapan masyarakat.

“Untuk itulah, pemerintah harus melakukan berbagai terobosan dan inovasi sebagai solusi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik berkaitan dengan kemudahan, kenyamanan, dan pemerataan dalam pelayanan, utamanya pelayanan bagi masyarakat terpencil dan marginal, pelayanan bagi masyarakat miskin dan rentan,” tandasnya.

Melalui sosialisasi ini, kata Sukardi, sangat bermanfaat, sebagai forum penguatan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat memberikan solusi dalam  meningkatkan kualitas pelayanan publik. Mengingat keberadaan pemerintah pada hakikatnya sebagai pelayan yang diberikan wewenang untuk mengatur kehidupan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

Sementara Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  RI Prof Dr. Diah Natalisa, MBA mengatakan, secara global pelayanan publik menjadi kunci kemenangan dalam persaingan global. Salah satu indikator peringkat Indonesia tahun 2018 berada pada posisi ke 72 dari 190 negara yang di survey. Padahal tahun lalu berada pada posisi rangking 106.

Kuncinya adalah pelayanan publik, karena ukuran masing-masing indikator yang yang diteliti adalah standar pelayanan berupa prosedur, waktu dan biaya. (Humas Pemprov Jatim/Sil/*).

Penulis: super administrator
Copyright ©2018 Biro Humas - Pemprov. Jatim.
All Rights Reserved
Jl. Pahlawan 1 - 2, SURABAYA