disini
Beranda » Berita » GUS IPUL HARAPKAN UNISDA LAMONGAN JADI KEBANGGAAN…

Fokus Jatim

Gus Ipul Harapkan Unisda Lamongan Jadi Kebanggaan Jawa Timur

Gus Ipul Harapkan Unisda Lamongan Jadi Kebanggaan Jawa Timur

Gus Ipul memberikan sambutan pada acara Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Universitas Islam Darus Ulum (Unisda) Lamongan Tahun 2017


Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf mengharapkan agar Universitas Islam Darul Ulum (Unsida) Kabupaten Lamongan menjadi kebanggaan Jawa Timur. Keinginan itu disampaikan karena perguruan tinggi swasta tersebut memiliki banyak fakultas yang telah terakreditasi B.

“Saya mengapresiasi kerja keras rektor dan seluruh civitas akademika Unisda Lamongan dari tahun ke tahun semakin berkualitas. Apalagi Unsida saat ini sudah terakreditasi B. Oleh karena itu sangat diharapkan Unisda Lamongan bisa menjadi  kebanggaan Jawa Timur,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat memberikan sambutan pada Dies Natalis XXXI dan Wisuda Sarjana – Pasca Sarjana di Universitas Islam Darul Ulum Lamongan, Sabtu (7/10).

Gus Ipul – sapaan akrab Wagub Saifullah Yusuf ini menjelaskan, saat ini jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia lebih dari 4.000 perguruan tinggi (PT), yang dapat dibagi dalam beberapa kategori sesuai dengan tingkat akreditasnya. Yang telah terakreditas A baru sejumlah 55 PT, Akreditas B sebanyak kurang lebih 300 PT dan Akreditas C kurang lebih berjumlah 700 PT.  Dari gambaran tersebut dapat diketahui masih ada  lebih 2.000 PT yang belum terdaftar atau terakreditasi.

“Dari 4.000 perguruan tinggi, 8 hingga 9 persen atau sebanyak 350 perguruan tinggi berada di Jawa Timur. Yang membanggakan salah satu diantaranya, yaitu Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan,” ungkapnya.  

Pada kesempatan itu, Gus Ipul menyitir pendapat Menteri Riset Teknonologi & Pendidikan Tinggi Muhamad Nasir, bahwa kondisi perguruan tinggi saat ini dapat digolongkan menjadi dua bagian. Pertama, perguruan tinggi yang dinyatakan sehat dengan jumlah mahasiswa lebih dari 2.000 mahasiswa. Yang kedua, perguruan tinggi yang dinilai kurang sehat dengan jumlah mahasiswanya kurang dari 2.000 mahasiswa.

“Unisda Lamongan walaupun lokasi kampus berada di pinggir kota tetapi telah mampu menjadi perguruan tinggi yang sehat, karena mempunyai mahasiswa dengan jumlah lebih dari 4.000 mahasiswa,” kata Gus Ipul.

“Dengan kondisi sedemikian itu, hendaknya rektor dan seluruh  civitas akademika agar terus memelihara dan mengembangkan warisan tersebut agar Unisda Lamongan bisa mengahsilkan lulusan berkualitas ,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gus Ipul berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti mengembangkan keilmuannya. Dirinya menginginkan agar mereka mampu berinovasi mengikuti kemajuan teknologi serta mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

“Jangan lupa juga daerah kalian juga, demi kebaikan bangsa dan negara juga. Dan muaranya pasti untuk mewujudkan percepatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan, kendati Jawa Timur saat ini telah banyak mengukir penghargaan, tetapi masih ada permasalahan-permasalahan yang memerlukan percepatan penyelesaian. Untuk saat ini, prioritas utama yang saat ini sedang di pikirkan pemerintah adalah persoalan kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat.

“Kenapa demikian, karena apabila tidak cepat terselesaikan akan menimbulkan gejolak sosial,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unisda Kabupaten Lamongan Dr. H. M. Afif Hasbullah, SH mengapresiasi harapan Wagub Saifullah Yusuf. Dirinya beserta civitas Usida Kabupaten Lamongan akan sekuat tenaga memajukan perguruan tinggi yang ia pimpin.

“Bukti itu, adalah dengan memberikan dukungan dan doa agar ilmu yang didapat bermanfaat untuk diri sendiri, orang tua, lingkungan, daerah dan negara,” tuturnya.

Orasi Ilmiah Menteri Pendidikan & Kebudayaan

Gus Ipul menyapa para tamu dan undangan pada acara Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Universitas Islam Darus Ulum (Unisda) Lamongan Tahun 2017
Di acara yang sama, Menteri Pendidikan & Kebudayaan Prof. Dr. Muhajir Effendi, M.A.P berkesempatan menyampaikan orasi ilmiahnya. Dirinya meminta agar ilmu yang sudah diterima oleh seluruh mahasiswa harus mampu dimanfaatkan dengan baik. Bukan untuk diri sendiri tetapi untuk  kepentingan lebih luas lagi yaitu untuk negara dan kemanusiaan.

“Wisuda bukanlah akhir dari segalanya, tetapi merupakan etape awal atau pertama yang memerlukan energi dan perjuangan berat dibanding ketika menerima ilmu di bangku kuliah,” ungkapnya.

Dijelaskannya, alumni perguruan tinggi di tahun 2035 yang akan datang akan menjadi bagian bonus demografi. Angkatan kerja (15 – 64 tahun) mencapai 60 % sedangkan penduduk tidak produktif (usia 14 ke bawah dan 64 ke atas) mencapai 40 %.

“Ini merupakan fenomena menguntungkan apabila  usia produktif  telah disiapkan  menjadi generasi muda yang berkualitas tinggi dengan SDM nya melalui pendidikan, kesehatan, penyediaan lapangan pekerjaan sesuai dengan bidang dan keprofesionalannya,” ternagnya.  

Sebelum mengakhiri orasinya, Mendikbud Muhadjir berpesan pada wisudawan agar setinggi apapun ilmu yang didapat harus tetap mengedepankan pendidikan karakter. “Apa gunanya ilmu tinggi tetapi tidak berakhlak,” pungkasnya. (humaspemprov/dw).


Penulis: super administrator
Copyright ©2017 Biro Humas - Pemprov. Jatim.
All Rights Reserved
Jl. Pahlawan 1 - 2, SURABAYA