disini
Beranda » Berita » GAGAS PROGRAM OPOP PEMPROV JATIM TELAH LAKUKAN…

Fokus Jatim

Gagas Program OPOP, Pemprov Jatim Telah Lakukan Banyak Hal Guna Tingkatkan Daya Saing Produk Pesantren

Gagas Program OPOP, Pemprov Jatim Telah Lakukan Banyak Hal Guna Tingkatkan Daya Saing Produk Pesantren


 

Surabaya (31 Desember 2019) - Pemprov Jawa Timur telah melakukan banyak hal dalam rangka meningkatkan daya saing produk pesantren yang dihasilkan dari program One Pesantren One Product (OPOP). OPOP ini sendiri merupakan program yang sengaja digagas oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub Emil Elestianto Dardak untuk memberdayakan Ponpes dan lingkungannya menuju kemandirian di berbagai bidang.

"Program OPOP ini baru dilaunching secara resmi oleh ibu Gubernur Khofifah pada bulan Agustus lalu. Namun demikian, meski tergolong masih baru berbagai upaya sudah dilakukan guna meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan para santri maupun masyarakat di sekitar Ponpes," demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Aries Agung Paewai, saat ditemui di Surabaya, Selasa (31/12).

Aries sapaan akrab Karo Humas Protokol Pemprov menjelaskan, salah satu upaya tersebut dilakukan lewat pameran produk-produk program OPOP. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat lebih bisa mengenal dan familiar dengan produk-produk Ponpes.

"Pameran ini sendiri, sebetulnya hanyalah salah satu upaya untuk memperkenalkan produk-produk pesantren pada masyarakat umum. Agar masyarakat bisa familiar dengan produknya," tukas Aries.

Hal ini disampaikan Aries, sehubungan dengan adanya sumbang sih dan pemikiran yang disampaikan oleh Gerakan Santri Milenial. Yang menyebut bahwa program OPOP baru sampai pada pengenalan lewat pameran produk. Menurutnya, ini adalah bentuk masukan yang cukup membangun sehingga bisa memacu kinerja Pemprov Jatim untuk mempercepat suksesnya program OPOP.

"Ibu Gubernur sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas sumbang sih dan pemikiran yang disampaikan oleh Gerakan Santri Milenial. Menurut beliau, Ini merupakan bentuk masukan yang bisa semakin memacu Pemprov Jatim untuk bisa mempercepat suksesnya program OPOP di Jatim," tutur Aries.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jatim, lanjut Aries, upaya lain yang telah dilakukan selama tahun 2019 untuk mendukung OPOP mencakup berbagai aspek. Mulai aspek kelembagaan, produksi, pembiayaan, peningkatan kualitas SDM, enterpreneur, hingga pemasaran.

Diantaranya yaitu, fasilitasi pendaftaran Merek sebanyak 50 produk pesantren, fasilitasi Setifikasi Halal untuk 10 produk, peningkatan kualitas produk OPOP untuk 150 KUKM, workshop penguatan tata kelola kelembagaan koperasi pondok pesantren (Koppontren) sebanyak 90 KUKM, dan sosialiasi akses keuangan syariah untuk 145 pengurus Koppontren.

Selanjutnya, fasilitasi peningkatan jaringan kerjasama pemasaran OPOP untuk 58 ponpes, pembuatan katalog produk untuk 150 produk, dan fasilitasi pameran produk OPOP berupa pasar rakyat dan OPOP expo untuk 30 ponpes dengan omset mencapai Rp. 725 juta, serta penyusunan modul dan kurikulum silabi penguatan SDM santripeneur.

Berbagai pelatihan juga telah dilakukan, antara lain pelatihan peningkatan kualitas produk bakery, pelatihan diversifikasi produk buah mengkudu dan jeruk, pelatihan jasa keteknikan kendaraan bermotor roda dua, serta pelatihan pengelasan pembuatan furniture assesoris berbahan plat/logam.

 

"Ke depan, ibu Gubernur juga sudah memerintahkan kami untuk terus meningkatkan pendampingan secara komprehensif dan fasilitasi peningkatan daya saing produk-produk pesantren. Sehingga, santri ponpes dan masyarakat di sekitar pesantren akan meningkat kemandirian dan kesejahteraannya," pungkas Aries. (*)

 

 

Penulis: super administrator
Copyright ©2020 Biro Humas - Pemprov. Jatim.
All Rights Reserved
Jl. Pahlawan 1 - 2, SURABAYA